DARAH WAKTU
sehelai darah waktu
mengalir di detik-detik
jiwa itu tertampar rasa
muntap di kolong arasy
tak ubahnya ruh cinta
sayap yang urung mengepak
diksi berkelit di mata senja
menggerogoti sandiwara sajak
yang berkontradiksi dengan doktrin
hah, do'a mengekal di dahiku
sebuah sujud dalam surau itu
pinta,, tentangnya yang absurd, dara
tiang-tiang membekas di jumantara
lalu tetes itu merasa
menang di "L"
ah, semburat itu bukan rengkuhanku
bukan juga bukan
biarlah terbiarkan
beringsut menjauh
Lamongan, 18-01-2014
0 komentar:
Posting Komentar