Kamis, 23 Januari 2014

DARAH WAKTU

sehelai darah waktu
mengalir di detik-detik
jiwa itu tertampar rasa
muntap di kolong arasy
tak ubahnya ruh cinta
sayap yang urung mengepak

diksi berkelit di mata senja
menggerogoti sandiwara sajak
yang berkontradiksi dengan doktrin

hah, do'a mengekal di dahiku
sebuah sujud dalam surau itu
pinta,, tentangnya yang absurd, dara
tiang-tiang membekas di jumantara
lalu tetes itu merasa
menang di "L"

ah, semburat itu bukan rengkuhanku
bukan juga bukan
biarlah terbiarkan
beringsut menjauh


Lamongan, 18-01-2014

0 komentar:

Posting Komentar