Sabtu, 28 Desember 2013

Lelaki Pembawa Cadas

Uap jalan berasap selepas hujan ditikungan
mengerumuni pelalu lalang yang sore
sebatang manusia tegak mengepal batu
melemparkan pada cadas kiri punggung bukit
dia melesapkan kesal karena paruh baya gagal
sedang kanan itu jurang dalam

Tambah puncak gejolak kepala
membakar lelah sembari menggigil meniru dinginSetiap mereka kaku
setiap mereka bisu
tanpa meninggalkan pesan
dia termangu berang sia-sia

Ah, kiranya segenggam doa ini sudah jadi penghianat
merorong kalut
jadilailah seonggokan nisan tua.

0 komentar:

Posting Komentar